Jumat, 22 Januari 2016

Songsong Tahun 2016

Tak terasa waktu terus bergulir tanpa kita sadari, tiba-tiba saja berakhir sudah tahun 2015 dan tiba-tiba kita telah masuk di tahun 2016. Semoga di tahun ini meskipun setiap tahun ke depan itu tidak lebih baik dari tahun sebelumnya, kita semua bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih berkualitas. Berkualitas budi pekerti, ahlak, ibadah dan karakter. Tidak mudah terpengaruh oleh kemajuan zaman yang semakin hari semakin menjauhkan diri dari Alloh.

Banyak hal yang bisa melupakan kita kepada Alloh, diantaranya adalah semakin maraknya gadget atau ponsel pintar. Bayangkan saja, harga gadget yang semakin murah semakin mudah di jangkau oleh banyak kalangan. Bukan hanya orang-orang kaya saja, bahkan mulai dari anak kecil, tukang becak, penjual warung kopi, hampir semua orang sekarang di mudahkan untuk memiliki gadget. Gadget tanpa fasilitas internet itu masih di anggap aman, tapi kalau sudah terkoneksi dengan internet ... waowww ... jangan tanya pengaruhnya ya. Apapun bisa di lakukan dengannya. Mulai dengan chating bisa melalui wa, bbm, telegram, messenger dan lain sebagainya. Murah meriah euy. Berselancar di dunia maya melalui medsos semacam facebook, twitter, game online dan komunitas-komunitas lainnya. Jika saja semua orang bisa mengendalikan dirinya dan bisa mengambil manfaat positif darinya maka hal itu tidaklah menjadi suatu keresahan bagi kita sebagai orang tua. Atau bisa jadi para orang tua meresahkan anak-anaknya karena hari-harinya di habiskan di depan gadget, dan para anak juga meresahkan orang tua mereka yang ternyata juga asyik masyuk dengan komunitas yang telah mereka temukan melalui sarana chating di gadget.

Orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya, dan anak-anak adalah cermin dari orang tua mereka. Terbangunnya komunikasi yang aktif  dan dua arah adalah kunci keberhasilan hubungan antara orang tua dan anak. Jika kita sebagai orang tua menginginkan anak-anak kita selamat dunia akhirat maka hendaknya kita bisa menjadi suri tauladan bagi mereka dalam tingkah laku, perbuatan, kebiasaan-kebiasaan, tutur kata dan budi pekerti. Kita hidup-hidupkan lagi kebiasaan orang tua kita yang zaman dahulu tidak pernah sibuk dengan gadget, mereka mempunyai waktu yang berkualitas untuk anak-anak mereka. Mengikutsertakan anak-anak mereka dalam setiap aktifitas rumah, dengan begitu memberi kesadaran bagi anak-anak bahwa keberadaan mereka memang di butuhkan dan harus di hargai, sehingga bisa terjalin suatu persahabatan antara orang tua dan anak-anaknya.

Anak-anak adalah sumber invetasi dunia akhirat bagi kita dan merupakan lapangan amal jariyah buat kita.


Dua foto di atas adalah saat mereka turut serta dalam tampilan acara rapotan akhir semester dua yang insyaAlloh direncanakan di adakan bersamaan dengan acara akhir tahun bersama dengan muda-mudinya. Acara akhir tahun merupakan acara untuk mengantisipasi anak-anak mudanya agar tidak terpengaruh dengan acara-acara di luar yang tidak jelas tujuan dan bentuknya. Selain ajang kreasi seni juga tetap ada pengajian Qur'an dan hadist dan nasihat, ada juga juga game-game seru dan lomba masak nasi goreng.

Acara-acara seperti ini bisa menjadi media pembelajaran dan melatih rasa percaya diri mereka.





Minggu, 20 Desember 2015

Munaqosah

Bismillah .....

Pagi yang cerah setelah setengah hari kemarin di guyur hujan yang cukup lebat. Hujan yang sangat adil karena ketika kebutuhan agar cucian kering telah terpenuhi, maka hujan baru di turunkan. Alhamdulillah .... Dalam segala suasana, segala cuaca, segala kondisi, segala keadaan dan segala cobaan, Alloh pasti akan memberikan keindahan. Maka ucapan syukur hendaknya selalu kita panjatkan agar hati kita selalu dalam keadaan tenang, longgar dan bahagia.

Hari ini senin, adalah detik-detik menjelang adanya munaqosah yang akan di laksanakan hari kamis besok lusa. Berarti persiapan tinggal 3 hari dimulai nanti sore ya. Sebenarnya persiapan menuntaskan materi paling tidak awal bulan desember sudah usai semua, sehingga pengulangan dan penderesan bisa mempunyai waktu yang cukup untuk lebih mematangkan materi. Para guru sudah mempunyai reng-rengan halaman-halaman jilid yang akan di munaqosahkan sehingga muridpun lebih fokus dalam belajarnya. Hafalan surat-surat, doa-doa harian, Asmaul husna. Hihi seruuuu yaaaaa .....

Munaqosah adalah tes uji kemampuan siswa yang dilaksanakan persemester, bersamaan dengan semester yang ada di sekolah umum. Biasanya munaqosah waktunya diambil saat semua urusan sekolah umum telah usai, yaitu saat liburan sekolah. Para guru dan orang tua hendaknya tidak menakut-nakuti putra - putrinya dalam menghadapi munaqosah, justru harus diberikan imajinasi bahwa munaqosah itu adalah suatu hal yang membanggakan dan menyenangkan. Saat itulah mereka diberi kesempatan menunjukan kemampuannya. Sehingga dengan memberikan gambaran yang bersifat positif bisa membangun rasa percaya dirinya ketika harus maju kedepan, sendirian. Namun jika anak tetap grogi dan akhirnya tidak lancar dalam membaca maupun hafalannya, tidak usah kuatir tidak naik, sebab ada perhitungan kemampuan anak dalam kesehariannya. Kalau memang kesehariannya anak tersebut dirasa mampu maka, akan ada pertimbangan untuk naik ke jenjang selanjutnya.

Ini ada dokumentasi saat munaqosah semester-semester sebelumnya, selamat menikmatiiii ......













Komposisi meja munaqish dan meja siswa berbentuk  ' L ' , masing-masing di beri pendamping, untuk membantu munaqish dalam pengambilan lot dan membantu siswa membuka halaman yang di ujikan atau mengatur mix dan yang lebih penting, pendamping siswa bisa memberikan rasa percaya diri pada anak. Tempat bagi siswa yang menunggu antrian di panggil namanya adalah di depan siswa yang di uji atau bisa juga berhadapan dengan meja munaqishnya.

Dannn .... sebagai pemberian apresiasi para siswa, setelah munaqosah selesai mereka mendapatkan snack, bisa berupa kue atau makan nasi dan lauknya. Tak lupa pula para guru dan team munaqish, makan-makan telah disediakan pula. Mama Ana dan Ibu Misnu adalah ibu-ibu yang ada di belakang menu makan bagi para guru dan munaqish. Alhamdulillahi jaza kumullohu khoiro ...... Kalau untuk para siswa, ibu-ibu wali santri semua ikut bergerak bekerja sama mewujudkan makanan untuk mereka, Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro .....


Rabu, 02 Desember 2015

Para Pendidik

Alhamdulillahi jaza kumullohu khoiro .... atas perjuangan para pendidik di TPQ, bukan hanya para guru, ucapan syukur juga kita tujukan kepada para orang tua, para pengurus, dan semua elemen yang turut serta dalam segala kegiatan dan pemikiran-pemikiran dalam memajukan TPQ, tidak lupa pula syukur kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang tidak mempunyai cabe rawit tetapi tetap semangat memberikan infak sodakohnya. Semoga setiap amalan kita semua di beri balasan pahala yang berlipat ganda sebagai tambahan  bekal ketika kita kelak sudah tiada.

Dannn ini dia penampakan para guru dan pendidik di TPQ, Perwakilan aja ya, sebab tidak semua ada fotonya.









Selasa, 01 Desember 2015

Riwayat TPQ ku

Bismillah .....

TPQ AL - FURQON  sebenarnya sudah lama ada, namun dulu belum ada secara resmi nama TPQ nya, juga belum ada secara resmi guru-guru dan kurikulum pendidikannya. Dari masa ke masa anak-anak di ajari oleh mbak atau cak legh yang tugas di kelompok. Bisa dibayangkan betapa satu perjuangan sendiri bagi mbak atau cak legh tersebut untuk bisa mengajar banyak anak dengan bermacam usia dalam satu kelompok belajar. Namun riuh rendah suara mereka, kenakalan-kenakalan mereka dan ketidak menurutnya mereka di dalam kelas tidak menyurutkan semangat para mbak dan cak legh pada waktu itu. Semangat terus membara demi berlangsungnya estafet agama ini.

Seiring berlalunya sang waktu, seiring banyak pemikiran-pemikiran yang masuk demi kemajuan generasi penerus yang lebih baik, maka dicarilah inovasi-inovasi pengajaran yang lebih fokus dan terencana. Maka serentak ketika PPG di canangkan, maka di TPQ AL - FURQON pun segera bergerak melakukan perubahan. Pada awalnya terasa agak berat, karena kita tidak bisa lagi cukup mengandalkan satu orang guru tetapi ibu-ibu yang merasa longgar dan mempunyai ilmu dan yang mempunyai krenteg untuk mau bersama-sama memajukan generasi penerus ikut pula dilibatkan dalam pengajaran. Perlahan tapi pasti semua di tata dan di arahkan. Tadinya anak-anak yang berkumpul dalam satu kelas, sekarang dibagi-bagi sesuai usia atau kemampuan bacaaannya. Metode tilawati yang menjadi pilihan dalam pengajaran bacaan membawa semangat baru karena metode klasikal yaitu membaca peraga secara bersama-sama membuat suasana kelas menjadi ceria dan hidup. Lagu rost yang menjadi dasar metode ini membuat anak-anak tidak bosan dalam belajar membaca.

Bukan saja ibu-ibu yang mempunyai ilmu banyak, yang ilmunya sangat sedikit seperti saya pun tak mau ketinggalan untuk ikut andil mencari lapangan pahala. Hehe .... meskipun dengan ilmu yang sangat minim dalam agama, saya memberanikan diri dan setengah memaksa untuk bisa mengajar dalam kelas. Dan tahu diri lah saya ini, kelas yang aku pegang adalah kelas PAUD dan kelas Jilid satu. Semoga dengan memaksanya diriku ini bisa pula memacu kualitas bacaan dan hafalan-hafalanku. Semangattttt !!!!!!