Banyak hal yang bisa melupakan kita kepada Alloh, diantaranya adalah semakin maraknya gadget atau ponsel pintar. Bayangkan saja, harga gadget yang semakin murah semakin mudah di jangkau oleh banyak kalangan. Bukan hanya orang-orang kaya saja, bahkan mulai dari anak kecil, tukang becak, penjual warung kopi, hampir semua orang sekarang di mudahkan untuk memiliki gadget. Gadget tanpa fasilitas internet itu masih di anggap aman, tapi kalau sudah terkoneksi dengan internet ... waowww ... jangan tanya pengaruhnya ya. Apapun bisa di lakukan dengannya. Mulai dengan chating bisa melalui wa, bbm, telegram, messenger dan lain sebagainya. Murah meriah euy. Berselancar di dunia maya melalui medsos semacam facebook, twitter, game online dan komunitas-komunitas lainnya. Jika saja semua orang bisa mengendalikan dirinya dan bisa mengambil manfaat positif darinya maka hal itu tidaklah menjadi suatu keresahan bagi kita sebagai orang tua. Atau bisa jadi para orang tua meresahkan anak-anaknya karena hari-harinya di habiskan di depan gadget, dan para anak juga meresahkan orang tua mereka yang ternyata juga asyik masyuk dengan komunitas yang telah mereka temukan melalui sarana chating di gadget.
Orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya, dan anak-anak adalah cermin dari orang tua mereka. Terbangunnya komunikasi yang aktif dan dua arah adalah kunci keberhasilan hubungan antara orang tua dan anak. Jika kita sebagai orang tua menginginkan anak-anak kita selamat dunia akhirat maka hendaknya kita bisa menjadi suri tauladan bagi mereka dalam tingkah laku, perbuatan, kebiasaan-kebiasaan, tutur kata dan budi pekerti. Kita hidup-hidupkan lagi kebiasaan orang tua kita yang zaman dahulu tidak pernah sibuk dengan gadget, mereka mempunyai waktu yang berkualitas untuk anak-anak mereka. Mengikutsertakan anak-anak mereka dalam setiap aktifitas rumah, dengan begitu memberi kesadaran bagi anak-anak bahwa keberadaan mereka memang di butuhkan dan harus di hargai, sehingga bisa terjalin suatu persahabatan antara orang tua dan anak-anaknya.
Anak-anak adalah sumber invetasi dunia akhirat bagi kita dan merupakan lapangan amal jariyah buat kita.
Dua foto di atas adalah saat mereka turut serta dalam tampilan acara rapotan akhir semester dua yang insyaAlloh direncanakan di adakan bersamaan dengan acara akhir tahun bersama dengan muda-mudinya. Acara akhir tahun merupakan acara untuk mengantisipasi anak-anak mudanya agar tidak terpengaruh dengan acara-acara di luar yang tidak jelas tujuan dan bentuknya. Selain ajang kreasi seni juga tetap ada pengajian Qur'an dan hadist dan nasihat, ada juga juga game-game seru dan lomba masak nasi goreng.
Acara-acara seperti ini bisa menjadi media pembelajaran dan melatih rasa percaya diri mereka.

